Membangun Generasi Qur’ani Menuju Masyarakat Madani

Sungguh dasyat Al Qur’an. Membacanya merupakan ibadah, setiap huruf dinilai satu kebaikan(pahala), isinya merupakan informasi paling lengkap di jagat raya, tidak akan pernah habis untuk dikaji dan sesuai dengan tuntutan jaman. Tidak heran jika orang yang belajar Al Qur’an mendapat predikat sebagai”umat yang terbaik”. Siapa saja mereka? Andakah, diakah, atau, ”saya”.

Jika itu ”Anda”, maka anada adalah orang yang selalu belajar Al Qur’an dan mengajarkannya. Anda belajar Al Qur’an kepada orang yang yang memiliki ilmu tentang Al Qur’an baik tajwid, tafsir, tahfidz dan sebagainya. Subhanalloh, ternyata anda membagikan ilmu yang anda dapatkan dari guru anda kepada adik, anak-baik anak anda maupun anak orang lain. Andalah sebaik-baik umat.

Jika ”Dia”, maka bisa sahabat, kakak, adik, orang-tua, paman, pak dukuh, atau ustadz-ustadzah. Yang pasti dia adalah orang yang belajar Al Qur’an kepada mereka yang menguasai Al Qur’an baik tajwid, tafsir, tahfidz dan sebagainya. Ternyata dia juga mengajarkan Al Qur’an, bahkan mengkaji isinya. Siapakah dia? Anda pasti mengenalnya. Orang itu adalah ”saya”.

Saya Adalah orang yang belajar Al Qur’an kepada orang yang menguasai ilmu Al Qur’an baik tajwid, tafsir, tahfidz dan sebagainya. Saya harus mengamalkan, mengkaji isinya dan mengajarkan Al Qur’an kepada siapa saja baik itu anda (sahabat, orang-tua, adik), dia (santriwan, santriwati, isteri, mertua, Pak Pak Lurah, Camat, Pak Idham, Pak SBY). Karena saya adalah ustadz/ah TKA-TPA Kecamatan Srandakan.

Sebagai seorang ustadz/ah, anda, dia dan saya meyakini dengan sepenuh hati, diungkapkan secara lisan dan diamalkan dalam perbuatan, bahwa Al Qur’an dan As Sunnah merupakan pedoman hidup kita, jiwa kita dan semangat kita untuk menuju kebahagiaan dunia dan akhirat. Kita semua merindukan kehidupan ideal rasululloh Muhammad SAW bersama sahabatnya dengan negara madinahnya. Itulah masyarakat Madani. Sebuah tatanan masyrakat ideal sepanjang jaman.

Prof. Dr. Nasruddin Baidan (2001:178) menjelaskan bahwa masyarakat Madani atau dalam istilah kekinian dikenal dengan istilah ”civil sosiety” merupakan sebuah tatanan sosial yang berada di Madinah pada masa Nabi Muhammad SAW. Masyarakat Madani merupakan tatanan masyarakat yang terdiri dari berbagai etnis dan ras serta menjadikan Islam sebagai agama yang menuntun kehidupan mereka ke jalan yang benar dalam berbagai aspeknya seperti ubudiyah, mu’amalah, siayah dan sebagainya.Dalam konteks sekarang, masyarakat Madani dapat diwujudkan melaui 3 (tiga) tahap. Pertama, tahap pembentukan. Pada tahap ini dilakukan melalui 3 p, pendidikan, pengamalan dan penerapan. Apa yang dididik, diamalkan dan diterapkan? Tentu saja Al Qur’an dan As Sunnah.

Umat Islam harus bisa membaca, menulis, memahami, mengkaji, mengamalkan dan menerapkan isi kandungan Al Qur’an dan As Sunnah dalam kehidupan sehari-hari. Pendidikan dapat dilakukan melaui jalur keluarga, masyarakat atau instansi terkait (Taman Pendidikan AL Qur’an, Sekolah, Madrasah, pesantren dan sebagainya). Salah satu instansi yang aktif berperan dalam pendidikan Al Qur’an adalah TKA-TPA (Taman Kanak-Kanak Al Qur’an dan Tamana Pendidikan Al Qur’an). Setiap apa yang diajarkan dalam Al Qur’an harus diamalkan. Untuk mendorong umat Islam secara optimal dalam mempelajari dan mengamalkan Al Qur’an dan As Sunnah ditempuh dengan dukungan pemerintah melalui penerapan syariat Islam dalam masyarakat (pemerintahan).

Kedua, tahap pembinaan. Setelah masyarakat Madani terbentuk dilakukan pembinaan. Khusus untuk pembinaan pendidikan melaui jalur TKA-TPA dilakukan oleh Badan Koordinai TKA-TPA(Badko TKA-TPA). Di kecamatan Srandakan pembinaan TKA-TPA dilakukan oleh BADKO TKA-TPA Kecamatan Srandakan (bekerjasama dengan seluruh komponen masyarakat baik Kecamatan, KUA, Kelurahan, dinas P dan K, NU, Muhammadiyah dan sebagainya) melalui strategi yang dikenal dengan istilah ”PePSE”(baca: Pepsi) yaitu:

Peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia. Dalam pelaksanaannya ditangani oleh bidang Litbang BADKO yang di komandani oleh Ustadz Anang Musthofa melaui SOBAD (Sekolah Badko), Gamis (Sanggar Minat dan Bakat Santri), kursus tartil Al Qur’an, pembuatan kurikulum bersama, Gen Q (Generasi Qur’ani), data base unit TKA-TPA.

Pembinaan unit TKA-TPA. Dilaksanakan oleh bidang Event Organizer (EO) dengan komandan ustadz Suroto melaui pengajian, out bond santri dan ustadz/ah, temu direktur dan ustadz-ustadzah TKA-TPA, jambore santri, FAS (Festival Anak Sholeh), wisuda santri, manasik Haji.

Sinergi dengan seluruh elemen masyarakat. Dikoordinasi oleh bidang Humas dan Informasi pimpinan ustadz Shoim Bashori melalui penerbitan buletin Tamasya (Taman Syiar Al Qur’an), TurBo(Tour Badko) ke unit maupun ke rayon lain, kerjasama instansi ( Kecamatan,KUA, Kelurahan/ desa, Dinas P dan K, NU, Muhammadiyah, Dewan Masjid Indonesia, Karang taruan dan sebagainya), kerjasama dengan media massa (radio, surat kabar, televisi), safari ramadlan sekaligus tukar ustadz-ustadzah, pembuatan E-mail dan website.

Evaluasi. Dilakukan oleh seluruh pengurus TKA-TPA Kecamatan Srandakan yang dikoordinasi oleh pengurus harian BADKO melaui ketua (Arif Setiawan, Rabbani dan Supardi) dengan strategi ”KoMIK”- Koordinasi, Motivasi, Instruksi dan Keteladanan. Dalam pelaksanaannya dibantu sekretaris (Sigit Purwanto, Eko Heri P., dan Arini Muharomi) dengan menertibkan adsministrasi BADKO dan unit TKA-TPA, rapat, pembuatan P3K (Panduan Pelaksanaan Program Kerja), AD/RT. Keuangan ditangani secara profesional dan proposional oleh bendahara BADKO (Dwi Alib, Anis Ambarwati, Arifah Sri Sugianti) melaui ”P3D”- Penggalangan, Pengolahan, Pendistribusian Dana baik rutin maupun insidental.

Ketiga, tahap pengukuhan dan istiqomah. Pada tahap ini masyarakat kita telah secara resmi menjadikan Islam sebagai rujukan dan tuntunan hidup. Al Qur’an dan As Sunnah sebagai sumber hukum dan dijaga bersama oleh umat Islam dan dilaksanakan oleh seluruh masyarakat. Dengan demikian terwujudlah apa yang menjadi cita-cita bersama bangsa kita yaitu baldatun, thoyyibatun wa robbun ghoufur.

Amin ya robbal’alamin.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: