BUKAN BADKO BIASA

Beginilah dakwah, deritanya tiada akhir hingga telapak kaki ini menapakkan ke surga. Tapi derita tak selamanya pedih dan pahit. Ada nikmat dan bahagia yang dicurahkan oleh Nya disela-sela kelelahan ini. Adakah kita termasuk orang yang peka sehingga mampu meraih manisnya dakwah ini? Mari kita telisik lebih dalam….. SahaBADKO yang dirohmati Alloh, ketika ada sebuah event semacam “Pengajian Gabungan Santri se-Kecamatan Srandakan” di bulan Syawal, boleh jadi yang terlintas dalam benak kita adalah, “Nah, ini pasti acaranya BADKO”.

Begitulah, selama ini masih banyak yang mengidentikkan BADKO dengan pengajian gabungan. Dan begitulah kira-kira adanya. Karena acara seperti ini cukup manjur untuk mereguk banyak tujuan. Sekali dayung dikayuh, maka silaturrohim santri, silaturrohim ustadz, tambah ilmu, dan refreshing terlampaui. Menggelegar lagi! Badan Koordinasi (BADKO) TKA-TPA tingkat kecamatan membawa misi yang cukup berat (semoga tidak dijadikan beban), yaitu mengkoordinasi dan memfasilitasi seluruh unit TKA-TPA yang ada di kecamatan itu. Misalnya di Srandakan, ada plus minus 35 unit, maka sebisa mungkin unit-unit ini berada dalam satu koordinasi dan pengontrolan BADKO. Lumayan. Tapi jangan sampai dengan tugas ini, pengurus BADKO sering mengeluarkan jargon CAPEK DECH…Naudzubillah. Pengkoordinasian ini tak lain bertujuan untuk mempermudah komunikasi dan informasi, yang membawa pada kemajuan bersama seluruh unit TKA-TPA. BADKO berharap dengan kerja sama unit dan pengurus mencapai ‘win and win solution’, kemenangan bersama, karena kita layaknya sebuah bangunan. Kami menghindari ‘enak di aku ga enak di kamu’, apalagi ‘enak di kamu ga enak di aku’ Sebagai ‘laskar-laskar’ yang cukup mengenal medan dakwah TKA-TPA di tingkat unit saja, mungkin sebagian besar dari kita sudah paham benar bagaimana ‘manisnya’ perjuangan yang dirangkai dari berbagai campuran : berat, pedih, pahit, lelah, gembira, puas, kecewa, malas, semangat, de el el…, maka bisa dikatakan tugas BADKO idealnya pasti lebih memakan waktu, tenaga, pikiran, material, spiritual, perasaan…..Tapi tahukah saudaraku, dalam rangka mencapai idealitas itu pengurus BADKO tak bisa berjalan sendiri. Sinergi semua unit merupakan pangkal tolak kokohnya bangunan dakwah di BADKO kecamatan Srandakan. Dengan semangat yang menyala-nyala dan harapan yang melangit, kami pun mengusahakan program-program yang mendukung terwujudnya kejayaan TKA-TPA. Maka dari itu kami tak hanya menggetarkan Srandakan dengan pengajian gabungan, tetapi mulai dari upaya peningkatan kualitas ustadz/ah (training ustadz, training tartil, sobad), peningkatan kreatifitas dan prestasi santri (FASI, Gamis, Outbond, wisuda), manajemen unit, dan yang lain silahkan dicari sendiri informasinya… Semoga dengan mengutamakan kualitas dapat meluas dan melebar pada peningkatan kuantitas. Amiin. Fenomena yang cukup naik daun (dan bahkan yang terjadi pada banyak organisasi) adalah minimnya personil yang berkiprah di BADKO. Sehingga terkesan bahwa BADKO hanya ‘dimiliki’ orang-orang tertentu, mereka menyebutnya “wong-wong BADKO”, Duh, sedihnya!.Padahal kami ingin membumikan BADKO, sehingga lebih dikenal dan disayang oleh semua unit, ustadz/ah, santriwan/wati, dan akhirnya BADKO menjadi MILIK KITA BERSAMA. Walaupun kami bukan manusia sempurna (ehm mana ada) tapi kami sangat yakin bahwa dengan partisipasi unit baik hanya berupa saran, kritik, masukan, pertanyaan, kehadiran dan boleh juga permintaan (minta duit boleh kok, siapa tau insentif ustadz segera dibagi dan ada dana untuk unit dari Pemda Bantul. Insya Alloh) BADKO Kecamatan Srandakan KITA bisa menggema bukan hanya bualan saja…. Dan akhirnya, kalau ada segala sesuatu yang berbau BADKO masuk ke unit, kami minta perhatiannya sebentar alias jangan dicuekin, karena apabila kami ‘turun’ ke unit insya Alloh dalam rangka memperjuangkan unit agar lebih BERSINAR. Mari kita perbaiki hubungan silaturrohim kita khususnya di BADKO, untuk bekerja lebih cerdas, keras, dan ikhlas. Dan mewujudkan BADKO menjadi oraganisasi yang SEHAT ADA DI TANGAN KITA. Sanggupkah kita melompat lebih tinggi untuk meraih ridho Nya? Karena dibalik ‘gerbang’ langit itu, Negeri Keabadian menanti. Allohu a’lam

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: