Hidup di dunia ini membutuhkan teman, karena kita adalah makhluk sosial. Sebagai contoh seseorang yang ingin mempunyai anak, maka ia harus mempunyai seorang pendamping hidup (suami/ istri). Contoh yang lain Ketua BADKO yang mempunyai program Wisuda dan Khotaman Santri, maka ia membutuhkan puluhan teman sebagai panitia untuk dapat menyelenggarakan acara tersebut dengan baik dan lancar. Teman di dunia dapat membantu untuk memenuhi kebutuhan hidup kita, namun di akhirat kelak teman hidup di dunia tidak semuanya dapat menolong kita. Setiap orang sibuk dengan urusannya masing-masing untuk mempertanggungjawabkan amal perbuatannya ketika hidup di dunia. Salah satu teman yang dapat menolong kita nanti di akhirat adalah Al Qur’an. Yang menjadi pertanyaan adalah sudahkah kita menjadikan Al Qur’an sebagai teman hidup (pedoman hidup) yang dapat menolong kepada kita kelak di akhirat? Agar dapat memenuhi pertolongan tersebut sudah semestinya kita berbuat baik kepadanya yaitu dengan cara berinteraksi (berhubungan).
Filed under: tamasya | Leave a Comment »
